Dari Pasar Tradisional ke Pusat Kuliner Modern
Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota pahlawan, tetapi juga sebagai kota dengan dinamika urban yang terus berkembang. Salah satu ikon kota ini adalah Pasar Tunjungan, sebuah kawasan yang dulunya identik dengan aktivitas pasar tradisional. Di masa lalu, area ini dipenuhi pedagang yang menjual kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pokok, pakaian, hingga peralatan rumah tangga.
Namun, perubahan zaman membawa wajah baru bagi pasar ini. Pemerintah kota bersama pengelola lokal mengubah wajah Pasar Tunjungan menjadi pusat kuliner kekinian yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun luar kota. Jika dulu orang datang untuk belanja, kini mereka datang untuk ngopi, nongkrong, dan berburu kuliner modern.
Transformasi ini bisa disebut sukses besar. Tidak hanya berhasil melestarikan kawasan heritage, tapi juga meningkatkan daya tarik wisata kuliner di Surabaya. Menurut laporan DetikFood, setidaknya ada belasan tenant kuliner baru yang menghidupkan kawasan ini.
Kenapa Pasar Tunjungan Jadi Ikon Baru Kuliner Surabaya?
Ada beberapa alasan kenapa Pasar Tunjungan begitu cepat menjadi pusat kuliner favorit:
- Lokasi Strategis
Terletak di jantung kota, tepat di kawasan bersejarah Jalan Tunjungan yang dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan elite, akses ke pasar ini sangat mudah dijangkau. - Konsep Heritage + Modern
Suasana bangunan lama dipertahankan, tapi isi di dalamnya diisi oleh restoran dan kafe kekinian. Hasilnya: atmosfer unik yang sulit ditemukan di tempat lain. - Pilihan Kuliner Beragam
Dari steak, dimsum, makanan Jepang, sampai bebek khas Nusantara—semuanya bisa kamu temukan dalam satu lokasi. - Harga Bervariasi
Tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas, banyak juga menu ramah di kantong mahasiswa dan pekerja muda.
Daftar Kuliner Hits di Pasar Tunjungan
Biar lebih mudah, berikut rangkuman beberapa tempat kuliner yang wajib kamu coba ketika berkunjung ke Pasar Tunjungan.
1. Steak Pasar Tunjungan
Stand No. 7, Pasar Tunjungan, Jl. Tunjungan No. 88, Surabaya
Tempat ini jadi favorit pecinta daging. Menunya cukup variatif, mulai dari chicken steak seharga Rp35.000 hingga beef tenderloin dengan harga lebih premium. Konsep penyajian sederhana tapi modern. Menurut ulasan di Wanderlog, banyak pengunjung puas dengan rasa dan suasana tempatnya.
2. Bebek Alas Daun
Stand No. 20, Pasar Tunjungan, Surabaya
Kalau kamu suka kuliner Nusantara, Bebek Alas Daun wajib dicoba. Menu andalan mereka adalah Bebek Bumbu Hitam, disajikan di atas daun pisang. Rasanya gurih, bumbu meresap, dan teksturnya empuk. Cocok dimakan dengan nasi hangat dan sambal pedas.
3. Dimsum 515
Pasar Tunjungan No. 10, Surabaya
Tempat ini terkenal dengan dimsum halal-nya yang lembut dan fresh. Harganya pun terjangkau, mulai Rp16.000 per porsi. Selain dimsum, ada juga menu bakmi dan makanan ringan ala Tiongkok yang bikin kenyang sekaligus puas.
4. Nishiki Teppanyaki
Pasar Tunjungan, Lantai 1
Buat pecinta makanan Jepang, Nishiki Teppanyaki jadi spot paling menarik. Pengunjung bisa menikmati pengalaman makan ala Jepang, di mana chef memasak langsung di atas hotplate di depan meja tamu. Menu yang wajib dicoba antara lain hamburg steak, tenderloin AUS, hingga okonomiyaki.
5. Kokoro Kubari
Pasar Tunjungan No. 12, Surabaya
Masih dengan nuansa Jepang, Kokoro Kubari menghadirkan menu andalan berupa chicken katsu dan beef tare gyu. Suasana restorannya dibuat cozy, sehingga cocok untuk tempat nongkrong santai bersama teman.
6. Pok Pok My Crispy
Area dalam Pasar Tunjungan
Meski belum banyak info detail di Google Maps, tenant ini biasanya menyajikan menu ayam crispy ala street food modern. Buat kamu yang suka camilan gurih dan renyah, ini bisa jadi pilihan ringan sebelum melanjutkan kuliner lainnya.
Suasana Nongkrong yang Beda
Beda dari food court biasa, Pasar Tunjungan menghadirkan suasana heritage yang instagramable. Interiornya masih mempertahankan elemen pasar lama, seperti dinding bata dan lorong khas bangunan lawas. Namun tenant kuliner modern di dalamnya membuat tempat ini terasa hidup.
Tidak heran banyak anak muda menjadikan Pasar Tunjungan sebagai tempat nongkrong sekaligus spot foto. Dari sekadar ngopi sore, makan malam bersama pasangan, sampai hangout bareng komunitas, semua bisa dilakukan di sini.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Transformasi Pasar Tunjungan memberi dampak positif bagi Surabaya:
- Menghidupkan UMKM Kuliner: Banyak tenant berasal dari brand lokal yang akhirnya punya wadah untuk berkembang.
- Meningkatkan Pariwisata Kota: Wisatawan luar kota kini tidak hanya ke Tugu Pahlawan atau House of Sampoerna, tetapi juga mampir untuk wisata kuliner.
- Revitalisasi Kawasan: Area yang dulu terkesan kumuh kini lebih bersih, aman, dan nyaman dikunjungi.
- Lapangan Pekerjaan Baru: Tenant kuliner tentu membutuhkan tenaga kerja baru, sehingga ikut menggerakkan ekonomi lokal.
Tips Menikmati Kuliner di Pasar Tunjungan
- Datang di luar jam sibuk (sekitar pukul 14.00–17.00) supaya tidak terlalu ramai.
- Siapkan uang cash dan e-wallet, karena tidak semua tenant menerima kartu.
- Eksplorasi lebih dari satu tenant. Jangan hanya berhenti di satu restoran, tapi coba beberapa makanan kecil biar pengalaman makin lengkap.
- Cek Google Maps atau Instagram untuk info jam buka terbaru dan menu rekomendasi.
- Nikmati suasana malam lampu-lampu di Jalan Tunjungan membuat pengalaman kuliner makin seru.
Pasar Tunjungan kini bukan lagi sekadar pasar tradisional, melainkan simbol bagaimana sebuah kota bisa beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Heritage bangunan tetap terjaga, tapi isi di dalamnya kini jadi pusat kuliner kekinian yang ramai dikunjungi.
Dari Steak Pasar Tunjungan yang memanjakan pecinta daging, Bebek Alas Daun dengan cita rasa Nusantara, hingga Nishiki Teppanyaki untuk pengalaman Jepang autentik semua hadir di satu lokasi yang sama.
Jadi, kalau kamu sedang berkunjung ke Surabaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke Pasar Tunjungan. Rasakan sendiri perpaduan antara nostalgia pasar lama dan semarak kuliner modern yang bikin betah.
Referensi:

