GBT Surabaya Jadi Saksi Aksi Timnas Indonesia di Matchday Internasional

Sepak bola bukan sekadar olahraga di Indonesia. Bagi jutaan masyarakat, sepak bola adalah bahasa persatuan, tempat menyatunya semangat dan kebanggaan nasional. Dari Sabang sampai Merauke, dukungan untuk Tim Nasional Indonesia (Timnas Garuda) selalu terasa begitu kuat.

Pada bulan September 2025, sorotan pecinta bola tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, yang dipercaya menjadi tuan rumah dua laga internasional FIFA Matchday. Stadion megah ini akan menjadi saksi perjuangan Timnas Indonesia saat menghadapi Kuwait dan Lebanon, dua lawan tangguh dari Asia Barat.

Gelora Bung Tomo bukan hanya ikon olahraga Surabaya, tetapi juga simbol kebanggaan bangsa. Terpilihnya stadion ini sebagai venue laga internasional membuktikan bahwa Surabaya mampu berdiri sejajar dengan kota-kota besar dunia yang memiliki infrastruktur sepak bola kelas tinggi.

Sejarah dan Keistimewaan Gelora Bung Tomo

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berdiri megah di kawasan Benowo, Surabaya. Dibangun pada tahun 2008 dan resmi dibuka pada 2010, stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 40.000 penonton. GBT adalah kandang klub legendaris Persebaya Surabaya, sekaligus salah satu stadion terbesar dan termegah di Indonesia.

GBT sempat direnovasi besar-besaran menjelang persiapan Piala Dunia U-20 2023, meskipun akhirnya Indonesia batal menjadi tuan rumah. Renovasi tersebut membuat GBT kini memiliki fasilitas modern berstandar FIFA, seperti pencahayaan internasional, kursi tribun dengan warna cerah, ruang ganti pemain, ruang konferensi pers, hingga sistem keamanan yang ditingkatkan.

Dengan fasilitas tersebut, GBT menjadi stadion yang layak menjadi tuan rumah pertandingan berskala internasional. Tak heran, FIFA dan PSSI sering melirik stadion ini sebagai venue penting.

🔗 Info lebih lengkap tentang sejarah GBT dapat dibaca di Gelora Bung Tomo – Wikipedia.

Antusiasme Suporter Surabaya

Berbicara tentang sepak bola di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari Bonek (Bondo Nekat), basis suporter Persebaya yang dikenal fanatik dan penuh kreativitas. Ketika Timnas Indonesia bertanding di Surabaya, semangat Bonek berpadu dengan ribuan suporter dari penjuru negeri, menciptakan atmosfer luar biasa.

Tribun GBT akan dipenuhi lautan merah putih, lengkap dengan nyanyian dukungan, koreografi bendera, hingga dentuman drum yang menggema sepanjang laga. Energi yang tercipta membuat lawan sering merasa tertekan, sementara Timnas mendapat motivasi berlipat.

Tak sedikit pemain Timnas yang mengaku bahwa atmosfer GBT menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Dukungan penuh suporter Surabaya adalah “pemain ke-12” yang selalu dibutuhkan Timnas Garuda.

Matchday Timnas Indonesia di GBT: 5 & 8 September 2025

Pertandingan internasional yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada September 2025 menjadi momen bersejarah. Dalam kalender resmi FIFA Matchday, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting melawan tim kuat dari Asia Barat:

  • Jumat, 5 September 2025Indonesia vs Kuwait
  • Senin, 8 September 2025Indonesia vs Lebanon

Kedua laga ini bukan sekadar pertandingan uji coba. Pertemuan dengan Kuwait dan Lebanon adalah ujian serius untuk mengukur kekuatan skuad Garuda menjelang turnamen resmi.

Kuwait memiliki sejarah panjang di sepak bola Asia, termasuk pernah menjadi juara Piala Asia 1980. Sementara Lebanon dikenal sebagai tim dengan perkembangan pesat, berkat banyak pemainnya yang berkarier di liga Eropa dan Timur Tengah.

Kemenangan di laga ini akan memberikan dampak positif terhadap peringkat FIFA Indonesia. Saat ini, peringkat FIFA sangat penting, karena memengaruhi posisi dalam undian kualifikasi Piala Dunia maupun Piala Asia.

Atmosfer pertandingan dipastikan akan luar biasa. Tiket pertandingan diprediksi ludes hanya dalam hitungan jam, dan stadion akan penuh sesak oleh suporter yang ingin melihat Timnas Garuda berjibaku di lapangan.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata untuk Surabaya

Selain aspek olahraga, dua laga internasional di GBT juga memberi dampak besar bagi perekonomian Surabaya. Ribuan penonton dari luar kota akan datang, meningkatkan okupansi hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM di sekitar stadion.

Pedagang kaki lima di area sekitar GBT akan kebanjiran pembeli, mulai dari suvenir Timnas hingga kuliner khas Surabaya. Bahkan, sejumlah maskapai dan perusahaan transportasi darat biasanya menambah jadwal perjalanan menjelang pertandingan besar seperti ini.

Tidak hanya itu, pertandingan ini juga menjadi momentum pariwisata. Banyak suporter luar kota memanfaatkan momen matchday untuk berwisata ke ikon Surabaya, seperti Tugu Pahlawan, Jembatan Suramadu, House of Sampoerna, Kebun Binatang Surabaya, hingga wisata kuliner legendaris seperti rawon setan, rujak cingur, lontong balap, dan sate klopo.

🔗 Informasi lengkap tentang destinasi wisata bisa dilihat di Portal Wisata Surabaya – Situs Resmi Pemkot.

GBT sebagai Simbol Kebanggaan Bangsa

Terpilihnya Gelora Bung Tomo sebagai venue laga internasional melawan Kuwait dan Lebanon menunjukkan bahwa stadion ini bukan hanya kebanggaan Surabaya, tetapi juga simbol sepak bola Indonesia.

Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di GBT akan menjadi kekuatan besar bagi Timnas Indonesia. Suara nyanyian dan sorakan suporter adalah bentuk nyata cinta tanah air, yang akan terus dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Bagi masyarakat Surabaya, kehadiran Timnas di GBT adalah kebanggaan tersendiri. Kota Pahlawan bukan hanya dikenal lewat sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi kini juga dikenal sebagai pusat semangat sepak bola nasional.

Dua laga FIFA Matchday pada 5 dan 8 September 2025 melawan Kuwait dan Lebanon akan menjadi momen spesial bagi sepak bola Indonesia. Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya siap menjadi saksi sejarah perjuangan Timnas Garuda di kancah internasional.

Pertandingan ini tidak hanya penting untuk meningkatkan prestasi Timnas, tetapi juga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian Surabaya. Atmosfer luar biasa yang tercipta dari dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.

Gelora Bung Tomo kembali membuktikan dirinya sebagai stadion kebanggaan bangsa, dan Surabaya sekali lagi menegaskan posisinya sebagai kota sepak bola Indonesia.

Mari kita dukung Timnas Indonesia dengan penuh semangat, karena setiap sorakan, doa, dan nyanyian kita adalah bahan bakar perjuangan Garuda di lapangan hijau.