Kalau kamu pernah berkunjung ke Surabaya, pasti sudah sering mendengar nama Rawon Setan Embong Malang. Warung rawon ini bukan hanya sekadar tempat makan, tapi sudah menjadi legenda kuliner yang bertahan puluhan tahun. Setiap malam, ratusan orang rela antre demi menikmati semangkuk rawon dengan kuah hitam pekat, potongan daging sapi besar, dan sambal pedas yang menggoda.
Keunikan rawon ini membuatnya berbeda dengan rawon-rawon lain yang bisa ditemui di Jawa Timur. Tidak heran, sejak pertama kali buka pada tahun 1950-an, Rawon Setan tetap konsisten mempertahankan cita rasa dan selalu ramai dikunjungi. Bahkan, namanya kini bukan hanya terkenal di Surabaya, tapi juga sudah mendunia karena banyak wisatawan yang menuliskannya dalam catatan perjalanan mereka.\
Sejarah Singkat Rawon Setan Embong Malang
Rawon adalah makanan khas Jawa Timur yang terkenal dengan kuah hitamnya yang berasal dari rempah kluwek. Namun, Rawon Setan punya cerita khusus. Nama “setan” tidak muncul begitu saja, melainkan karena jam bukanya yang dulu terkenal sangat larut malam, bahkan hingga dini hari.
Pada tahun-tahun awal, warung ini biasanya baru buka sekitar pukul 10 malam. Karena itu, banyak orang Surabaya yang menyebutnya sebagai rawon “setan”, karena untuk bisa menikmati semangkuk rawon ini, orang harus rela keluar malam—bahkan dini hari. Lama-kelamaan, nama itu melekat kuat, dan justru menjadi identitas yang membuatnya semakin dikenal.
Sekarang, meski jam operasionalnya sudah lebih panjang dan tidak selalu buka terlalu malam, nama “Rawon Setan” tetap dipertahankan. Justru, sebutan ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang penasaran mencicipi rawon dengan “nuansa mistis” ini.
Ciri Khas Rawon Setan
Setiap kuliner legendaris pasti punya ciri khas yang membuatnya berbeda. Begitu pula dengan Rawon Setan Embong Malang. Ada beberapa hal yang membuat rawon ini begitu istimewa:
- Kuah Hitam Pekat dan Gurih
Bahan utama kuah rawon adalah kluwek, yang menghasilkan warna hitam pekat. Namun, kuah rawon di sini terasa lebih kaya bumbu, gurih, dan aromanya kuat. Tidak hanya sekadar asin atau manis, tapi ada perpaduan rempah yang membuatnya terasa dalam di lidah. - Daging Sapi Besar dan Empuk
Kalau biasanya rawon menggunakan potongan daging kecil, Rawon Setan menyajikan potongan daging sapi besar, empuk, dan melimpah. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang rela antre meski sudah larut malam. - Sambal yang Nendang
Rawon tanpa sambal ibarat sayur tanpa garam. Sambal di Rawon Setan terkenal pedas dan segar. Begitu dicampur dengan kuah hitam, rasa pedas dan gurihnya menyatu dengan sempurna. - Pelengkap yang Bikin Lengkap
Seporsi rawon biasanya disajikan bersama tauge pendek, telur asin, tempe goreng, dan perkedel. Pelengkap ini membuat pengalaman makan jadi semakin nikmat.
Suasana Makan yang Selalu Ramai
Kalau kamu datang ke Rawon Setan, jangan kaget kalau tempatnya selalu penuh. Bahkan sebelum jam makan malam, sudah banyak pengunjung yang antre. Suasana ramai ini justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Bayangkan saja: kamu duduk di kursi sederhana, dikelilingi pengunjung lain yang sama-sama menunggu pesanan, lalu semangkuk rawon panas akhirnya tiba di depanmu. Harumnya kuah langsung menusuk hidung, asap panas mengepul, sambal merah menyala di piring kecil, dan kamu hanya bisa menelan ludah sebelum akhirnya menyuap sendok pertama.
Suasana inilah yang membuat makan di Rawon Setan terasa berbeda dibanding makan rawon di tempat lain. Ada sensasi “berburu kuliner malam” yang membuatnya lebih seru.
Lokasi dan Harga
Rawon Setan berlokasi di Jl. Embong Malang No.78/I, Surabaya, tepat di pusat kota. Letaknya strategis dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi online. Lokasinya yang berada di area pusat bisnis juga membuatnya jadi tujuan banyak orang setelah lelah beraktivitas seharian.
Untuk harga, satu porsi rawon dibanderol sekitar Rp30.000 – Rp40.000, tergantung lauk tambahan yang kamu pilih. Kalau ingin lengkap, kamu bisa menambahkan telur asin, tempe goreng, atau perkedel kentang.
Harga ini sebanding dengan porsi daging yang besar dan cita rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun.
Pengalaman Pengunjung
Banyak orang yang menceritakan pengalaman mereka setelah makan di Rawon Setan. Ada yang bilang rasanya bikin kangen, ada yang mengatakan porsinya bikin kenyang, dan ada pula yang terkesan dengan kehangatan suasana warungnya.
Seorang pengunjung dari Jakarta pernah menulis di blog pribadinya, “Saya sudah sering makan rawon di berbagai tempat, tapi Rawon Setan Embong Malang punya cita rasa yang berbeda. Kuahnya lebih pekat, dagingnya lebih besar, dan sambalnya benar-benar bikin nagih.”
Pengalaman seperti ini membuktikan bahwa Rawon Setan bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari perjalanan kuliner yang berkesan.
Tips Menikmati Rawon Setan
Kalau kamu berniat mampir ke sini, ada beberapa tips yang bisa membantu:
- Datang lebih awal – Supaya tidak antre terlalu lama, sebaiknya datang sebelum jam makan malam.
- Siapkan uang tunai – Meski sekarang banyak warung sudah menerima pembayaran digital, lebih baik tetap bawa uang tunai.
- Pesan lauk tambahan – Jangan hanya makan rawonnya saja. Tambahkan telur asin atau perkedel agar lebih mantap.
- Nikmati dengan sambal – Bagi yang suka pedas, jangan ragu menambahkan sambal. Kombinasinya dengan kuah rawon benar-benar pas.
- Bawa teman atau keluarga – Suasana makan akan terasa lebih seru kalau dinikmati bersama-sama.
Rawon Setan dalam Dunia Kuliner Surabaya
Surabaya dikenal dengan banyak kuliner khas seperti lontong balap, rujak cingur, tahu tek, hingga sate klopo. Namun, Rawon Setan punya tempat khusus di hati warga kota. Ia bukan sekadar makanan, tapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner Surabaya.
Banyak food blogger, vlogger, dan bahkan program kuliner televisi nasional yang sudah meliput warung ini. Setiap kali ada daftar “kuliner wajib coba di Surabaya”, Rawon Setan hampir selalu masuk di urutan teratas.
Hal ini membuktikan bahwa warung sederhana pun bisa menjadi ikon kota jika konsisten menjaga rasa dan pelayanan.
Kenapa Harus Mencoba Rawon Setan?
Ada banyak alasan kenapa kamu harus mencoba kuliner ini:
- Legenda kuliner Surabaya – Sudah ada sejak puluhan tahun dan tetap bertahan hingga sekarang.
- Rasa otentik – Kuah pekat, daging empuk, sambal pedas; kombinasi yang sulit ditandingi.
- Suasana malam khas Surabaya – Makan rawon larut malam memberi pengalaman berbeda.
- Harga sepadan dengan rasa – Dengan Rp30.000-an, kamu bisa merasakan kuliner legendaris.
- Cerita yang bisa dibawa pulang – Makan di Rawon Setan bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman budaya.
Rawon Setan Embong Malang bukan hanya sekadar warung rawon, melainkan ikon kuliner yang merepresentasikan Surabaya. Dari kuah hitam pekatnya, daging empuk yang melimpah, hingga suasana malam yang ramai, semuanya membentuk pengalaman makan yang tidak terlupakan.
Bagi warga Surabaya, Rawon Setan adalah kebanggaan kuliner. Bagi wisatawan, Rawon Setan adalah alasan untuk kembali lagi ke Kota Pahlawan. Jadi, kalau kamu berkunjung ke Surabaya, pastikan sempat mampir dan mencicipi semangkuk rawon legendaris ini.
Karena pada akhirnya, menikmati Rawon Setan bukan sekadar mengisi perut, tapi juga merasakan sejarah, budaya, dan kehangatan Surabaya dalam satu mangkuk.

